Kebab dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi cukup populer di
Indonesia, khususnya di daerah perkotaan. Banyak pengusaha muda yang tertarik
membuka usaha makanan Kebab, bahkan beberapa diantaranya menjalin kemitraan
dalam model Waralaba.
Ditelusuri asal mulanya, Kebab adalah nama kuliner yang berbahan daging
panggang yang ditusuk dengan sebuah stick atau batang besi dan kemudian
dibungkus dengan kulit roti. Istilah Kebab berasal dari bahasa Arab yang kemudian
diadopsi dalam kebudayaan bangsa-bangsa di Timur Tengah.
Tetapi apa jadinya jika daging panggang kebab, digantikan oleh jamur
champignon? Jika anda menobatkan diri sebagai pecinta kebab, anda wajib ain
mencicipi Kebab Jamur Didiet.
Jamur Champignon, atau biasa juga disebut Jamur Kancing seringkali digunakan dalam berbagai masakan Barat
seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan salad. Jamur kancing memiliki aroma unik, sebagian orang ada
yang menyebutnya sedikit manis atau seperti "daging". Ya, di tangan
Koki KJD, saya tidak menyadari bahwa jamur yang saya makan bukanlah daging.
KJD memiliki rasa manis & gurih, saya tidak cukup 1
porsi untuk membelinya. Harganya pun sangat murah, yakni Rp 8000. Jika kita
membeli 2 porsi kebab, maka kita akan disuguhkan The Botol Sosro gratis.
Tertarik? Silahkan datang ke otlet Kebab Jamur Didiet Jl. Aster No 1 Wisma
Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo
Posted 3rd June 2015 by Rico Adrianto
Labels: Kebab Enak Kebab Jamur Kebab Jamur Didiet Kebab Surabaya Kebab Unik Kebab Unik Kota Sidoarjo KJD Kuliner Unik Kuliner Unik Surabaya
Sumber : http://kulinerjuancuk.blogspot.co.id/
kayanya enak juga ya pake jamur
BalasHapus