Senin, 16 Mei 2016

Pecel Semanggi

?
Yaps! Namanya adalah pecel semanggi, pecel semanggi hanya ada di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Banyuwangi.

Apa sih pecel semanggi ini?

kuliner surabaya
pecel semanggi via www.infomakan.com
Pecel semanggi sedikit berbeda dengan kuliner pecel lain yang juga terkenal dari daerah lain, seperti pecel madiun, pecel kediri atau pecel blitar. Pecel semanggi punya ciri khas sendiri dari segi tampilan maupun rasa. Pecel semanggi terdiri dari daun semanggi yang pasti. Untuk penyajiannya daun semanggi yang telah dibersihkan dari kotoran alias dicuci lalu direndam dengan air panas, supaya daun semanggi ini tidak hancur.
Lalu ditambah sayur lain yang juga telah dimasak seperti daun ketela dan toge, lalu disajikan dengan menggunakan daun pisang yang ‘dipincuk’ (penggunaan daun pisang sebagai alat makan dan dilipat lalu dikaitkan dengan menggunakan potongan lidi).
Bumbunya pun tidak seperti bumbu pecel lain di beberapa daerah yang telah disebutkan di atas, bumbu pecel semanggi berbahan dasar dari ubi jalar yang diolah dengan terasi, cabai, kacang tanah dan gula merah. Jadi rasanya terasa lebih manis yang berasal dari rasa ubi jalar tersebut dan rasa itulah yang menjadi ciri khas dari pecel semanggi.
Eitss… pecel semanggi tidak hanya berupa daun semanggi, daun ketela, toge dalam daun pincuk yang kemudian disiram dengan bumbu, ternyata untuk mengudap pecel semanggi ini harus menambahkan kerupuk uli, apa sih kerupuk uli? Kerupuk uli adalah kerupuk yang berbahan dasar beras, rasanya gurih dan renyah.
Cara memakannya pun cukup unik, kamu tidak memerlukan sendok. Hmm, terus bagaimana cara memakannya? Ya, kamu bisa memakannya tanpa menggunakan sendok, caranya dengan menggunakan kerupuk uli sebagai pengganti sendok. Praktis!
Menurut desas desus sih, penjual pecel semanggi banyak yang berasal dari daerah Benowo, salah satu wilayah Surabaya yang berada di bagian barat dan berbatasan langsung dengan Gresik

sumber :  http://dparagon.com/yuk-ngulik-pecel-semanggi-salah-satu-kuliner-surabaya-yang-legendaris/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar