Salah satu hal yang membuat saya kangen dengan Paron, sang kampung halaman, adalah tempenya. Kabupaten kecil ini selayaknya kabupaten lainnya di Ngawi memang terkenal akan produksi tempenya yang lezat. Umumnya toko-toko jajanan di Ngawi pasti menjual tempe yang telah diolah menjadi aneka keripik tempe yang renyah dan gurih. Berbeda dengan tempe di Jakarta yang berongga dan kempes, tempe produksi Paron padat dengan bulir kedelai yang utuh dan terasa pulen. Selama liburan disana, hampir setiap hari Ibu saya pasti menyajikan sepiring tempe goreng di rumah dan tak bosan-bosannya saya menyantapnya.
Ketika mudik beberapa minggu yang lalu, tidak rela berpisah dengan tempe Paron, maka ketika kembali ke Jakarta saya pun mati-matian membawa beberapa papan tempe yang masih mentah. Berbaur bersama dengan aneka pakaian di koper, sang tempe pun meluncur dengan aman ke rumah Pete dan singgah di dapur untuk dimasak menjadi aneka lauk. Sedap dipadu padankan dengan bermacam jenis makanan lainnya, salah satunya dengan cumi asin yang saya posting ini. Simpledan lezat. Mengingatkan saya dengan salah satu warteg di kantor lama di daerah Kuningan, Rasuna Said, yang tumis cumi asinnya selalu laris manis diserbu pembeli.
sumber : http://www.justtryandtaste.com/2011/09/tumis-cumi-asin-tempe.html



Cumi😍 pngen nyobain nih huhu
BalasHapusCUMI!!!!!!!!
BalasHapusyahh kok sama tempe sihh, coba sama tahu wkwk... boleh juga tapi
BalasHapus